Apakah Bisa Melakukan Hipnosis Di Dalam Kelas?

Bayonettacontest –┬áKata “hipnotis” sering dianggap asing oleh sebagian orang. Persepsi hipnosis umumnya berkaitan dengan hal-hal magis dan tidak ilmiah. Belakangan ini perkembangan hipnotis di Indonesia semakin meroket. Pada tahun 2009, hipnotis diperkenalkan sebagai pendekatan pembelajaran di Indonesia. Tentunya orang yang belum memahami ilmu hipnotis secara umum akan terkejut bertanya, “Hipnotis di kelas?”

Orang awam biasanya mengenal salah satu cabang hipnotis, yaitu tahapan hipnotis (stage hypnosis) yang sering ditayangkan di televisi sebagai hiburan. Namun sebenarnya ada beberapa cabang hipnotis lainnya yaitu, hipnoterapi (yang menggunakan hipnotis dalam bidang medis), hipnotis (eceran), hipnotis (dalam bidang pendidikan), dan bidang lainnya. Memang hipnotis sendiri merupakan fenomena alam dalam aktivitas manusia sehari-hari. Disadari atau tidak, hipnotis adalah hal yang wajar.

Ormond McGill, seorang praktisi hipnosis terkemuka di Amerika Serikat, menjelaskan dalam bukunya The New Encyclopedia of Stage Hypnotism bahwa hipnosis adalah listrik, tidak ada yang tahu persis apa itu, tetapi kami menggunakannya. Ketika Anda mengetahui cara kerja pikiran manusia yang unik dan menarik, Anda akan menemukan fenomena yang dianggap mistis dalam hipnotis dan sebenarnya adalah kemampuan manusia.

Hipnotisasi merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menembus pikiran Alfa sehingga informasi apa pun yang diberikan oleh pendidik dapat dengan mudah masuk ke dalam ingatan jangka panjangnya tanpa terganggu oleh pikiran lain yang mengganggu mereka. Dalam keadaan normal (sepenuhnya sadar), orang tersebut berada dalam keadaan pikiran beta (30-14 Hz). Artinya, ia dapat melakukan banyak hal pada waktu yang bersamaan. Misalnya pada saat belajar siswa sering berfantasi, bercanda dengan teman, bermain facebook, lapar, ngantuk sekaligus mendengarkan atau merekam penjelasan dari gurunya. Kondisi ini tidak efektif karena membatasi informasi yang diterima siswa. Hal ini dikarenakan adanya area kritis yang bertanggung jawab untuk memilih semua hal yang tidak diinginkan seseorang termasuk belajar di kelas yang membosankan bagi siswa.

Sedangkan state of neglect berada pada frekuensi 8-13 Hz. Dalam keadaan ini, seseorang benar-benar rileks dan fokus, sehingga mudah menyerap informasi sebanyak mungkin tanpa memiliki pikiran yang mengganggu. Anda dapat melakukan ini dengan menghilangkan area kritis siswa sehingga siswa beralih dari keadaan beta ke keadaan lalai. Karena area kritis adalah pemisah antara status beta dan status terbengkalai. Keadaan beta dikatakan sebagai kesadaran manusia yang sadar, sedangkan keadaan lalai adalah alam bawah sadar manusia yang mempengaruhi 88% tindakan yang diambil orang tersebut.

Sebagai seorang pendidik, dia akan secara efektif menyebarkan pengetahuan kepada murid-muridnya. Hal ini tentunya membutuhkan komunikasi yang dapat diandalkan antara whistleblower dan penerima informasi. Seseorang yang bermain baik dengan kata-kata dan memberikan informasi yang meyakinkan akan membuat orang lain merasa tersentuh dan mengikuti kata-katanya. Sebagai pelatih dalam sebuah acara pelatihan ESQ, misalnya, ia mampu meyakinkan seluruh peserta untuk memercayai ucapannya. Orator yang membangkitkan semangat juang untuk massa; atau program televisi yang memperdalam penonton dalam acara tersebut. Cara seorang pendidik harus memberikan pengetahuan kepada siswanya. Ia juga harus menguasai teknik komunikasi dengan alam bawah sadar manusia.

Hipnotisasi dapat dilakukan dengan memotivasi siswa. Saat proses pembelajaran dimulai, guru terlebih dahulu memfokuskan siswa pada kondisi internal (pikiran terabaikan). Ada beberapa teknik yang digunakan guru, seperti: B. Merilekskan kondisi fisik dengan menahan nafas, mengendalikan pikiran positif dan memulai sesi belajar dengan doa dan peneguhan. Doa mengaktifkan kekuatan yang tersembunyi dalam diri orang-orang. Selain itu, relaksasi siswa. Poin penting lainnya adalah masuknya refleks dan aktivitas fisik siswa, yang disesuaikan dengan modalitas siswa (visual, akustik dan kinestetik). Selain itu, jangan lupakan tips motivasi agar mahasiswa membuka bidang kritis mahasiswa.

Komunikasi bawah sadar memainkan peran penting dalam hipnosis. Informasi yang ditransmisikan, cara pengirimannya dan kondisi pengiriman informasi harus diperhitungkan. Guna membangun kedekatan guru dengan siswanya secara tidak sadar, dapat dilakukan melalui proses mukjizat menirukan gerak tubuh dan pola bicara siswa untuk meningkatkan kedekatan hubungan. Caranya dengan menyelaraskan pola gerakan, pola pernapasan, dan pola bicara. Juga kontak mata (eye contact), terutama dengan siswa yang bermodal visual. Cara terakhir adalah dengan mencapai kesepakatan lisan untuk menciptakan solusi yang sama-sama menguntungkan. Ini adalah salah satu cara untuk pertama-tama memfaktorkan persepsi siswa dan menyamakannya dengan persepsi guru, kemudian guru menawarkan saran-saran yang membangun kepada siswa.

Ada banyak manfaat menggunakan hipnotis saat belajar di kelas. Antara lain: Pertama, memotivasi siswa agar tetap semangat dalam setiap materi kelas. Tidak memberikan kata-kata yang mengganggu dan menyulitkan siswa di setiap sesi pembelajaran. Kedua, dapat menenangkan siswa yang membuat banyak keributan di kelas dengan menyampaikannya melalui kata-kata dan keyakinan yang positif. Ketiga, optimalisasi pembelajaran, karena informasi yang diberikan guru masuk ke dalam memori jangka panjang siswa dan dapat diakses saat siswa membutuhkannya.

Beberapa guru tampaknya mempraktikkan praktik hipnotis secara tidak langsung, itulah sebabnya mereka disebut sebagai guru teladan karena mereka dapat masuk ke dalam relung batin siswa mereka. Konsep hipnotisasi sebenarnya adalah cara guru untuk melihat bagaimana mereka mengendalikan pikiran dan pemikiran siswanya selama proses pembelajaran di kelas. Hipnosis bukanlah hal yang aneh, jadi praktikkan dan jangan takut sebelum Anda mencobanya. Karena pikiran akan membentuk realitas.

Sumber: https://riverspace.org/